Media Masyarakat Tentang Pengenalan Informasi Seputar Burung Kicau, Atau Hewan Peliharaan Dalam Perawatan, Penangkaran, dan Penyembuhan Penyakit.

Cara Mengawinkan Kucing Yang Tepat

Artikel terkait : Cara Mengawinkan Kucing Yang Tepat

Kucing binatang mamalia yang menggemaskan, mudah di pelihara dan tidak sulit untuk di kembang biakkan. Dalam proses mengawinkan kucing atau istilah lainnya breeding atau mating memang terkesan rumit, tetapi sebenarnya jika dicermati dengan baik maka akan terasa mudah. Yang paling penting adalah perhatikan kondisi kesehatan dan masa birahi kucing. Kucing yang sedang birahi belum tentu mau kawin. Banyak faktor yang mempengaruhi hal itu diantaranya mungkin faktor ketidak tertarikan kucing anda terhadap pasangan yang anda siapkan.

Cara Mengawinkan Kucing
Sebelum mengawinkan kucing anda, ada baiknya kita membahas hal-hal di bawah ini :

Pra Perkawinan
Sebelum mengawinkan, lakukan pemeriksaan terutama pada kucing betina. Yang harus diberikan diantaranya vaksinasi yang bertujuan agar anak yang dilahirkan bisa mendapatkan nutrisi yang baik dari induk yang bebas penyakit. Diharapkan anak yang dilahirkannya nanti berperawakan gemuk, berbulu tebal, bebas dari bakteri, virus dan sehat.
Ditambah pemberian obat cacing yang bertujuan agar anak kucing nanti terhindar dari penyakit cacingan. Sebelum dikawinkan, anda semestinya sudah yakin dengan kondisi kesehatannya. Hal ini agar proses perkawianan dan persalinan lancar serta anak yang dilahirkan tidak mengalami masalah akibat tertular penyakit dari induknya. Sedangkan kucing jantan hanya diperiksa seperti biasanya atau general checkup.

Masa Birahi
Kenalilah masa birahi kucing anda. Ciri khas dari kucing betina yang sedang birahi antara lain akan memproduksi suara yang  berat dan keras. Perilakunya juga semakin galak meskipun porsi makannya akan berkurang.
Hindarilah mengawinkan kucing betina anda bila usianya dibawah satu tahun. Pertama kali merasakan birahi biasanya saat berumur sekitar tujuh atau delapan bulan. Masa birahi ini dirasakan kucing betina selama sekitar tujuh sampai sepuluh hari. Siklus birahi akan berulang setelah satu, dua sampai tiga bulan.
Periksakan juga kesehatan rahimnya untuk menghindari pyometra yakni jenis infeksi uterus yang disebabkan oleh perubahan hormonal dan struktur pada dinding rahim. Ditambah juga diakibatkan oleh hormon progesteron yang menghasilkan lendir sehingga menutup leher rahim si kucing.  Hal ini dapat mengakibatkan tumbuhnya bakteri e-coli yang bermigrasi dari kemaluannya ke dalam rahim sehingga menyebabkan penundaan proses perkawinan sampai beberapa kali.
Sementara itu, jika anda memiliki kucing jantan, tanda masa birahinya terlihat dari produksi suara yang lebih berat. Selain itu ia juga jadi lebih suka mengeong dan sangat agresif terhadap kucing betina.



Proses Perkawinan
Inilah cara mengawinkan kucing :

  1. Sebagai permulaan, pertemukan kucing jantan dan betina di suatu ruangan yang terdapat beberapa kamar agar mereka bisa leluasa berkenalan dan beristirahat. Jika mereka memang tertarik satu sama lain, mereka akan kawin lebih dari sekali dalam sehari. Jangan khawatir jika menempatkan mereka seperti ini karena mereka akan melepaskan lelah sendiri tanpa harus dipisahkan.
  2. Jika tidak ada kendala berarti, maka proses perkawinan dapat berlangsung dan biasanya berjalan secara natural. Proses kawinnya dimulai dengan si pejantan mendekati betina lalu menciumi (maaf) kemaluan betina sambil mulai beranjak ke atas punggung betina sambil menggigit tengkuk betinanya. Saat berlangsung penetrasi, biasanya betina mengerang keras lalu berguling sambil menjilati kemaluannya.
  3. Ada kalanya beberapa kendala dihadapi kucing yang sedang kawin seperti salah posisi seperti pinggul tidak diangkat, miring dan terlentang. Apabila hal ini terjadi maka anda dapat membantunya dengan memegang betina pada posisi yang benar.
  4. Keberhasilan proses perkawinan ini tergantung pada keinginan, kesanggupan, pengalaman, dan ketangguhan pejantan menghadapi betina. Proses selanjutnya akan berlangsung dua hari lebih lalu pejantan dan betina bisa dipisahkan.
  5. Sebaiknya proses mating dilakukan tiga kali atau lebih per hari dalam jangka waktu dua hingga tiga hari berturut turut, setelah itu pisahkan pejantan dan betinanya sampai diyakini adanya tanda-tanda kehamilan. Bila proses kehamilan gagal anda tidak perlu sedih dan menyerah. Biasanya betina akan mengalami estrus, heat atau perasaan ingin kawin lagi.
  6. Awasilah proses perkawinan agar anda yakin apakah berhasil atau tidak. Keberhasilannya biasanya ditandai dengan betina yang berguling-guling dan marah bila didekati oleh pejantannya.
  7. Betina akan berhenti mengeluarkan suara teriakan, berhenti berguling dan merintih kesakitan sebagai tanda kalau ia sudah tidak dalam masa birahi. Ini merupakan tanda awal bahwa proses ovulasi telah terjadi.
  8. Perhatikan juga apakah puting susunya membengkak dan menjadi berwarna merah jambu. Pada beberapa kucing, perubahan bisa saja terjadi pada satu bulan pertama atau bahkan pada minggu ke enam.
  9. Kadang-kadang antara hari ke tiga dan empat, betina menunjukkan gejala estrus, heat lagi karena perubahan hormon. Ini juga terjadi pada minggu ke enam dimana dia mulai merasakan gerakan janin di dalam rahimnya. Saat seperti ini, biasanya dia akan mencari tempat bersembunyi untuk melahirkan. Sediakanlah tempat yang tenang dari gangguan kucing lain.
  10. Hitunglah perkiraan masa melahirkannya. 59-68 hari merupakan masa kucing betina biasanya mengalami masa kehamilan. Untuk memudahkan menghitung waktu lahir anda hanya perlu mengingat dan mencatat tanggal atau kapan mereka paling sering kawin. Karena kemungkinan besar saat itulah ovulasi terjadi.
  11. Terakhir, jika kucing sudah pada proses melahirkan dan anda memikirkan untuk re-breeding atau mengawinkan lagi, selalu perhatikan dan jaga kondisi kesehatannya. Sebaiknya jangan tergesa-gesa mengawinkan betina yang sedang dalam masa laktasi atau menyusui dan membesarkan anak-anaknya. Anda bisa mengawinkan kucing anda lagi setelah anaknya disapih sekitar umur tiga bulan.

Artikel Koran Burung Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2018 Koran Burung | Design by Koran Burung